Sepenggal Cerita Sepulang dari SAMSAT

gass reuni20tahun 104 300x225 » Sepenggal Cerita Sepulang dari SAMSATHari ini hari terakhir masa berlaku STNK sepeda, bergegas menuju KB setempat. Lumayan ramai meski antrian tak sepanjang kemacetan di jalan-jalan kota besar. Begitu plat nomer baru diterima, terlihat nominal “pajak” yg harus “dilunasi”. Sebagai warga masyarakat yg belajar taat, saya bayar semuanya. Lunas…! Beres…

Dalam perjalanan pulang, angan melayang-layang sembari melihat jalanan banyak berlubang karena musim hujan (katanya…sih..!/hujan jadi kambing hitam….kasihan!). Timbul pertanyaan “Wah, kalau 1 sepeda motor saja bayar pajak antara 150 – 250 ribu, sedang berapa jumlah sepeda motor yg beredar di Jatim saja? Maka berapa duit yg diterima kas daerah dari sepeda motor saja? Belum mobil dkk. Sementara kualitas jalan bagi penggunanya tetap (ya itu-itu saja)”.

Lalu kemana saja “lari”nya uang yg disetor oleh masyarakat? Entahlah.. saya tdk bisa menjawab & tak berhak menjawabnya.

Di bulan februari-maret adalah masa “pengisian” SPT tahunan untuk dilaporkan/dibayarkan ke kantor DJP (pajak) bagi pemilik NPWP, tiap tahun melihat nominal yg tertera di formulir yg telah dikirimkan. Wow… lumayan… 10% dari penghasilan.

Berangan-angan lagi “berapa duit” yg diterima negara?”. Jika terus menerus diangan-angan & dipikir mungkin “ketidakrelaan” akan timbul, maka sebelum itu terjadi biarlah “saya niatkan shodaqoh untuk daerah & negara”. Tentang dialokasikan ke mana & untuk apa?, hal itu adalah kewenangan pengelola negara beserta aparaturnya. Hanya bisa mendo’akan semoga program2 yg baik akan berjalan dgn mudah dan lancar,  yg kurang baik akan ada yg merevisinya.

Al’afwu minkum

#Ditulis oleh aka Syeh
#Diambil dari Arsip Chat Grup Whatsapp GASSCC tgl 22 Februari 2016