Pemahaman SUDUT PANDANG dari sudutpandangnya Syeh :p

gasscc sutos21 225x300 » Pemahaman SUDUT PANDANG dari sudutpandangnya Syeh :p adalah dari “sisi” mana kita memandang (artian saya pribadi sebagai orang awam/entah arti sesungguhnya menurut pakar tata bahasa?). Seseorang memandang/melihat “sesuatu” mesti dipengaruhi oleh berbagai “faktor” yg menyebabkan “si pemandang” menghasilkan sebuah “kesimpulan” dari obyek yg dipandangnya (dilihatnya). Kesimpulan itu bisa berwujud, ungkapan setuju/tidak setuju, benar/kurang benar/tidak benar, cocok/tidak cocok, baik/buruk, suka/tidak suka, marah dan seterusnya.

Faktor-faktor yg mempengaruhi sudut pandang seseorang berasal dari pola pikir, karakter pribadi, wawasan & pengetahuan, waktu & tempat bahkan “perasaan” pun bisa jadi ikut menentukan.

Maka teringat “dongeng” seorang bapak dgn seorang anaknya bersama seekor keledai melakukan perjalanan pulang setelah berdagang, ketika sang bapak & anak berjalan bersama beriringan dgn keledainya dilihat seseorang, maka seketika orang yg melihat berkata “betapa bodohnya si bapak & anak itu, mengapa keledai tidak ditungganginya bersama-sama padahal keledai mampu mengangkut mereka berdua?”, mendengar itu maka si bapak & anak segera menaiki/menunggangi keledainya melanjutkan perjalanan. Sampai di suatu tempat seseorang melihat mereka berdua menaiki keledai yg dianggapnya terlalu kecil itu berkata “Bapak & anak koq tak punya belas kasihan terhadap keledai…!” mendengar kata2 itu sang anak turun & sang bapak tetap naik keledai melanjutkan perjalanan. Sesampainya di sebuah warung untuk istirahat, orang di warung berkata “Bapak koq tidak kasihan terhadap anaknya yg dibiarkan berjalan kaki sementara dia enak2an naik keledai!”, mendengar orang di warung itu, maka tatkala akan melanjutkan perjalanan, ganti si anak yg naik keledai sementara sang bapak berjalan sambil menuntun keledai. Sampai di tempat tujuan sang ibu melihat “pemandangan” itu seraya berkata “Nak, mengapa kau jadi anak durhaka terhadap bapakmu dgn enak2an di atas keledai semantara bapakmu kau biarkan berjalan kaki?”. Sang bapak & anak pun jadi bingung sendiri…

Sekelumit dongeng tersebut mungkin bisa dijadikan contoh nyata tentang “sudut pandang”. Dalam dongeng itu sang bapak & anak tidak mendapatkan sebuah “kebenaran” sama sekali dari semua yg melihatnya. Apa yg dilakukan seolah “tidak-ada-benar”nya.

Dalam realita kehidupan kita sering kali merasakan hal semacam dongeng di atas. Manakala melakukan sesuatu yg kita “anggap baik” ternyata dalam pandangan orang lain sebaliknya. Itulah warna-warni kehidupan. Lanjutkan….! Selama kita yakin & berani, serta siap bertanggung jawab, tentunya dgn di”komunikasi”kan terlebih dahulu dgn Sang Maha Sutradara Tunggal dari panggung sandiwara kehidupan dunia. Dan tidak kalah pentingnya untuk selalu belajar & belajar, baik dari pengalaman maupun dari teman dan alam sekitar tentang beragam corak kehidupan beserta pernak-perniknya….

Al’afwu minkum

#inspirasi&kesimpulan.ngopi.bersama.mybestfriendKangArest.
#Ditulis oleh aka Syeh