Mengemban Amanah Berupa Anak bagi Orang Tua

logogass 300x300 » Mengemban Amanah Berupa Anak bagi Orang TuaZaman saya sekolah dulu, baik ayah maupun ibu “tak pernah bingung” ketika 2nya menghadapi “ujian” sekolah, entah itu ulangan biasa atau ulangan2 yg lain misal UTS,  UAS ataupun Ebtanas, beliau cuma berpesan “wis sinau? Ndang sinau’o !”. Tak pernah bingung, besok kalau tidak bisa mengerjakan bagaimana saya? atau kalau terima raport bagaimana jika nilainya jelek?. Mungkin karena sibuk mencari “nafkah” untuk kebutuhan sehari-hari, hal2 / pertanyaan2 semacam itu tak pernah beliau berdua risaukan. Bagi 2nya (saya) cukup “salim” (cium tangan) ketika berangkat sekolah sambil “matur”… “Yah/Buk, dungakno iso yo…” (walau tanpa bhs jawa halus/kromo, karena tidak bisa bhs tsb) & alhamdulillah, hasil “ulangan” dkk, tidak terlalu mengecewakan.

Zaman sekarang mungkin berbeda dgn zaman dahulu. Orang tua zaman sekarang (termasuk saya, meski belum pernah menghadapi situasi seperti di atas karena anak saya masih balita / belum sekolah) ada semacam “kerisauan” melanda dgn hadirnya “pertanyaan2” seperti di atas. Entah karena takut, gengsi atau sebab2 yg lain, karena memang anak adalah kebanggaan orang tua atau bisa jadi “fitnah” bagi orang tuanya. Jadi teringat dawuh’nya Almaghfurlah KH. Ahmad Alwafa Wajih tatkala ngaji bab nikah, “anak adalah jariyah bagi kedua orang tuanya, tergeraknya hati sang anak yg berniat untuk melakukan kebaikan maka orang tuanya secara otomatis akan mendapat kiriman pahala dariNya. Namun bila sang anak melakukan kejelekan asal sang orang tua sudah memberinya ‘pengetahuan” maka dosanya tidak akan terkirim pada orang tuanya.” Maasyaa Allah…! Begitu “bernilai” anak bagi kedua orang tuanya. Oleh karenanya orang tua wajib “mendidik” anak2nya. Salah satu jalan yaitu “menyekolahkan”.

Berkaca dari pengalaman orang tua saya pribadi, mungkin yg bisa saya tiru adalah bahwa “kekuatan do’a untuk anak-anaknya adalah salah satu kunci keberhasilan sang buah hati dalam menempuh pendidikan maupun di realita kehidupan mendatang”.

Semoga kita bisa mengemban amanah berupa anak, mengantarnya menjadi anak yg sholih-sholihah, dimana akan menjadi penyangga kehidupan kita (orang tuanya) khususnya di yaumal hisab kelak. Aamiin Yaa Mujibas Saa_iliin..

Al’afwu minkum.

#Ditulis oleh aka Syeh