Memaknai Hari Buruh: Antara Hidup Sejahtera dan Jiwa Qona’ah

gasscc sutos part2 10 225x300 » Memaknai Hari Buruh: Antara Hidup Sejahtera dan Jiwa Qona'ahTanggal 01 Mei diperingati sebagai . Buruh selalu diidentikkan dgn “demo menuntut kenaikan kesejahteraan”. Membuat kemacetan, bertindak anarkis dan seolah selalu membuat masalah yg merugikan masyarakat. Pemerintah & pengusaha tiap tahun dibuat bingung tentang kenaikan UMR, entahlah memang beginilah kondisi “real” kehidupan masyarakat Indonesia yg memang mayoritas berprofesi sebagai buruh.Tiap tahun tuntutan akan kenaikan kesejahteraan dari para buruh selalu terjadi. Dari sudut pandang ekonomi konon tuntutan tersebut efek dari inflasi & semua yg berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena saya hanyalah orang awam tentang “perekonomian” maka sengaja saya tidak membahasnya.

Sejahtera dalam sudut pandang saya adalah suatu keadaan yg terjadi pada diri atau keluarga dimana kita bisa “menikmati & merasakan” apa-apa yg telah kita peroleh dgn penuh rasa senang & tenang (dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup). Jika sejahtera diartikan terpenuhinya segala & semua kebutuhan hidup kita maka sampai kapan pun sejahtera takkan terwujud sebab kebutuhan hidup tidak akan pernah hilang sampai kita tidak hidup lagi alias mati.

Adanya “keinginan” yg sudah menjadi sunnatullah dalam diri manusia menyebabkan kebutuhan2 itu semakin menggila. Misal, seorang yg sudah punya sepeda onthel maka suatu ketika ia akan berkeinginan punya sepeda motor, setelah punya motor akan timbul keinginan punya mobil dan begitulah seterusnya. “Manajemen keinginan yg disinkronisasikan terhadap kebutuhan adalah upaya mengerem laju kebutuhan”.

“Qona’ah”, sikap hidup menerima hasil apa adanya setelah berusaha seoptimal mungkin adalah resep utama untuk sejahtera. Jika ada jiwa qona’ah niscaya buruh tidak akan turun ke jalan untuk berdemo. Dan sesungguhnya hakikat buruh adalah semua orang yg bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dgn berharap “upah”/”imbalan”. Upah bisa berupa laba/keuntungan (bagi pedagang/pengusaha), gaji (bagi pegawai) & semacamnya. Maka bila ingin menjadikan hidup sejahtera berjiwalah qona’ah karena “Sejahtera akan hadir dalam jiwa-jiwa yg qona’ah“.

Al’afwu minkum

#Ditulis oleh aka Syeh