Duhh… Sulitnya Mendapat Pasokan Air Bersih di Pekauman

logogass 300x300 » Duhh... Sulitnya Mendapat Pasokan Air Bersih di PekaumanSedikit curhatan kawulo alit, di kampung tempat saya kecil hingga dewasa yaitu , sebelah barat alon-alon Gresik, di pusat kota, bertetangga dgn Pak Bupati tinggal (pendopo kabupaten), pasokan airnya sangat-sangatlah minim. Padahal faktanya keluarga Kami setiap bulan tak pernah telat membayar tagihan. Malah kondisi sekarang makin parah, keluarnya air cuma di malam hari, itupun “harus” disedot dengan memakai pompa, jika tidak jangan harap bisa mendapatkan air. Itupun tidak mesti tiap malam air bisa “disedot” atau keluar. Alhasil Kami pun harus berseteru dengan tetangga untuk bersaing menggunakan Pompa dengan HP (Horsepower) yang lebih besar untuk memenangkan kompetisi adu sedot ini, Maasyaa Allah…!!!

Berbeda dgn pendopo kabupaten, saya yakin (meski belum pernah membuktikan sendiri, karena saya belum pernah jadi bupati & insyaallah tidak akan pernah jadi bupati) di sana takkan pernah kekurangan air. Sebuah “ironi” yg biasa terjadi karena sudah menjadi “trend masa kini”, si kaya bisa hidup berdampingan dgn si miskin tanpa ada rasa belas kasih dari si kaya kepada si miskin. Fasilitas pejabat harus lebih diutamakan dari kepentingan masyarakat banyak. Kebanggaan lebih utama daripada memenuhi kebutuhan utama masyarakat yakni air. Air sebagai sumber kehidupan mungkin sudah dilupakan. Mungkin karena “kesabaran” yg luar biasa warga pekauman atau karena sudah “pegel-sambat” kepada PDAM hingga ritual “ngemit-banyu” alias dengan sengaja “melek” di malam hari untuk menjemput air dilakukan tiap hari. Maka ketika musim hujan datang, bergembiralah warga (terutama keluarga saya) pekauman karena bisa mengisi “jeding”nya. Kalau di desa ada sawah tadah hujan, di Pekauman ada “jeding tadah hujan”.

Dan pertanyaan yang bergelayut di benak saya adalah, mengapa sulitnya ketersediaan warga kauman hingga kini belum terselesaikan? apakah masalah dana? Toh buktinya pihak pemerintah malah bersemangat untuk membangun stadion baru buat kesebelasan Gresik United (Kesebelasan dari kota Pudak tercinta, kota kelahiran, kota penuh kenangan. Katanya GU/Persegres saat ini adalah reinkarnasi & “merger” dari Petrokimia Putra & Persegres jaman dulu.), dgn beaya yg tidak “murah” tentunya. Anehnya di satu sisi Pemkab Gresik dgn begitu “sangat-antusias” membangun stadion megah, di sisi lain PDAM Gresik yg masih dalam “naungan” Pemkab Gresik, mulai kurang lebih 20 tahun lalu sampai sekarang tak mampu memberikan pelayanan, jangankan yg terbaik, (untuk dikatakan “baik” saja kayaknya belum bisa), kepada pelanggannya (masyarakat). Dan sepertinya belum ada upaya serius dari Pemkab Gresik untuk “membenahi”nya. Padahal air adalah sumber kehidupan, kebutuhan utama makhluk hidup. Dan sepertinya pihak Pemkab dan/atau orang-orang yg diamanati “mengelola daerah” lebih memilih mengutamakan “kebanggaan” daripada memenuhi “kebutuhan-utama”. Entahlah…..?

Berharap adanya “perhatian” yg lebih serius dari Pemkab Gresik & pihak-pihak yg terkait mengatasi masalah “Pekauman yg kurang air bersih”, mengingat sebagai “tetangga” Pak Bupati, masak “tega” beliau (Pak Bupati) melihat tetangganya & warga yg memilihnya “kepet” alias belum mandi karena tidak ada air.

Tulisan ini “hanya” ungkapan & harapan dari mantan warga Pekauman Gresik, yg dulu hidup di situ dari kecil hingga lulus SMA, meski sekarang tidak lagi, masih ada ibu saya di sana, tiap kali pulang untuk “sambang”, tak tega melihat beliau di malam-malam yg larut bangun demi mendapatkan air. Bila ada salah, baik kata maupun kosongnya data yg mendukung, saya mohon maaf yg sebesar-besarnya. Semoga ada “pembaca” yg peduli & mampu memberi solusi tentang masalah ini. Syukur-syukur Pak Bupati atau wakilnya yg kebetulan bisa ikut membaca.. :p

Al’afwu minkum

#Ditulis oleh aka Syeh dan “sentuhan akhir :p” oleh aka Arest