Brainstorming Masalah Tenaga Kerja Asing oleh GASSCC Family

reuni gasscc 7 feb 2016 » Brainstorming Masalah Tenaga Kerja Asing oleh GASSCC Family

Bermula dari pertanyaan sdr mengenai topik game Pokemon Go tenaga kerja asing yang jadi trend saat ini, sontak member GASSCC pun beramai-rami memberikan opini dan pendapatnya hingga membuat grup jadi nampak serius. Berikut beragam sudut pandang teman-teman GASSCC yang kami rangkum dari grup WHATSAPP GASSCC.

Bakhtiar Isrori: http://m.bangsaonline.com/berita/18786/ratusan-tenaga-kerja-asing-serbu-gresik-disnakertrans-mengaku-tak-bisa-kendalikan
Bakhtiar Isrori: Bener ta berita iku?

: G cm grs oik, dmn2 sdh spt itu. Negara ini sdh d obral. Siapa saja boleh ksini. Bebas visa

: Kl pk tenaga kerja asing tanpa umr n tanpa thr

Ariantin: Jd lbh murah

Zakiyatul Faizah: Ini menyangkut kedaulatan bangsa. Ada 169 negara yg bebas visa, tp tdk berlaku sebaliknya. Artinya klo kita ksana tdk bebas visa. Jd orang luar bs seenaknya ksini tp kita tdk
Zakiyatul Faizah: Padahl seleksi ada d pemberian visa. Kita tdk tahu siapa yg msk ksini. Smntr petugas imigrasi hny diberi wkt hitungan detik utk memutuskan seseorang blh msk tdk

: bisa bengkak populasi indonesia

Mufidah Amalia: trus wni lahan pkerjaannya gmn..?

Zakiyatul Faizah: Anak cucu kita hny akan jd penonton d ngr nya sndr

Zakiyatul Faizah: Pembangunan plta d jabar, proyek smelter d sulawesi dan brp banyak proyek lain yg semua alat dan pekerjanya 100% wna

Mufidah Amalia: maksud kebijakan ini gmn ya.. kok malah menyengsarakan bkn mensejahterakan rakyat

Zakiyatul Faizah: Tanya sama yg buat kebijakan lik, eson g melu2
Mufidah Amalia: hehe.. lha iya is… mosok ga dipikir kdepane

: Coblos aku… Indonesia Mandiri

: Ya inilah bagian dr revolusi mental yg ga jelas..

Muhlisul Fuad: Prettsiden pencitraan..
Rosita Indrayati: Aq mau menjelaskan masalah visa tapi nti malah debat panjang hehhe…kebetulan pengajar hkm diplomatik konsuler..
Tak turun gunung dulu..buat yg ke B29 ga nyesel buagusss bangettt negeri di atas awan

: Jane gak popo, “debat-panjang” = proses tholabul ‘ilmi…
Monggo dishare…
#Lumayan gak mbayar duwek kuliah

Mufidah Amalia: iya ros.. biar ga salah faham

Jihan Nanin Yusnita: Setujuuuu.. Paling nggak kan kita tau alasan e chi

M. Kahfi: Semoga Indonesia kembali ke jalan yang benar. Aamiin
Nona Puspitasari: Kita ini sdh dikhianati oleh si lelaki kardus rek

Nona Puspitasari: Banyak doa

Nona Puspitasari: Banyak melek kondisi sekitar

Ahmad Rizazunah: Negara Endonesah

: istilah baru : b29, si manusia kardus, diplomatik konsuler, preettsiden. apa artinya ?

: Wacana kopas tko fb ne YIM (edited: akun fb fb.com/YusrilihzaMhd1):

1. Pemerintah RI membebaskan visa kepada banyak negara dengan alasan untuk meningkatkan arus wisatawan

2. Negara2 yang tergolong miskin dan cenderung meninggalkan negaranya karena alasan politik dan ekonomi jg diberi bebas visa

3. Negara2 Afrika dan Asia Selatan, China, Myanmar dll diberi bebas visa, tanpa perhitungkan dampak sosial dan politiknya bagi negara kita

4. Kini imigran gelap yang datang menggunakan fasilitas bebas visa mulai memusingkan kita

5. Kesalahan kita yg lain juga menyetuujui masuknya pekerja China sebagai bagian dati syarat investasi dan pinjaman pemerintah kpd China

6. Syarat spt itu harusnya ditolak karena Indonesia akan dibanjiri pekerja China yang merampas kesempatan kerja rakyat kita sendiri

7. Pekerja China yg konon akan datang sampai 10 juta itu jelas tdk mudah untuk dikontrol. Sebagian besar mrk pasti takkan kembali ke China

8. Kedatangan pekerja asing yg bgt besar dapat menimbulkan persoalan sosial, politik, ekonomi dan keamanan dalam negeri

9. Pemetintah harus mengkaji ulang kebijakan membolehkan datangnya pekerja asal China ini demi kedaulatan bangsa dan negara kita

10. Kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kita sendiri adalah di atas segala kepentingan yg lain. Demikian twt saya. Salam hormat

Zakiyatul Faizah: Alasan pariwisata tertolak, buktinya tdk ada kenaikan kunjungan signifikan dr wisatawan
Zakiyatul Faizah: Malah ngr kehilangan pendapatan lbh sktr 1 T krn kebijakan bebas visa

Zakiyatul Faizah: Blm lg pekerja cina yg disinyalir adlh tentara

Zakiyatul Faizah: Copas dari grup sebelah

Saya pernah ke tibet. Saya tanya, gimana koq tibet bisa dikuasai cina, dan Dalai Lama sebagai pemimpin tibet bila terusir?

Jawabannya sungguh mengagetkan saya.

Dulu Tibet negara merdeka, *lalu ada bantuan dari cina untuk membangun tibet, maka dikirimlah para pekerja dari cina membangun jalan, jembatan dan sarana2 infrastuktur lainnya*.

Tiba2 di suatu hari, ternyata pekerja2 itu memegang senjata dan mengusai ibukota dan pemerintahan. Dalai Lama ditangkap dan diasingkan keluar negeri.

Ternyata mereka adalah para *tentara yang menyamar jadi pekerja.*

Kisah ini saya dengar langsung dari orang tibet di kota Lasa (ibu kota tibet).

Saya tidak dapat membuktikan apakah cerita ini benar atau tidak, namun saya mendengar langsung dari orang asli tibet tsb.

Nah, kita harus waspada dengan pengiriman besar2an tenaga kerja cina ke Indonesia. Apalagi ada isu pembelian/pemasukan senjata secara ilegal ke Indonesia…

Ya Allah, selamatkan bangsa di Indonesia dan dimanapun mereka berada.

Wamakaru wamakarullah. Wallahu khairu makiriin.
Amiin yra.
Wallahu a’lam.
?
@Seniors
mohon kisah ini dicermati dan dapat disampaikan kepada para pimpinan TNI.

Silahkan di cek kebenaran sejarah bagaimana Tibet dikuasai/dijajah oleh Cina.

Sejarah resmi tentu tidak akan menulis seperti itu. Perlu penelitian yang sungguh2 obyektif, bagaimana kejadian yang sesungguhnya terjadi.

Untuk menjadi kewaspadaan kita semua…
*Terutama kewaspadaan TNI sebagai benteng pertahanan negara RI*.

Bc dari grup
PUI

Agus Restijono: @faiz kui emng ktdksetujuan yusril

Mufidah Amalia: TANYA JAWAB MASALAH PEKERJA ASING DI INDONESIA.

Benarkah Indonesia kebanjiran pekerja asing, khususnya dari Tiongkok?

Tidak benar! Pekerja asing asal Tiongkok sekitar 14-16 ribu dalam periode satu tahun. Sebagaimana pekerja asing lain di Indonesia yang totalnya 70 ribuan, mereka keluar dan masuk dalam periode satu tahun itu.

Bagaimana dengan isu masuknya 10 juta pekeja Tiongkok sebagai bagian dari komitmen kerja sama Indonesia-Tiongkok?

Tidak benar! Pekerja asing asal Tiongkok, sebagaimana halnya pekerja asing dari negara lain, mengalami fluktuasi tiap tahun, kadang naik dan kadang turun. Tetapi, sekali lagi, jumlah rata-rata mereka hanya berkisar 14-16 ribu dalam periode satu tahun atau sekitar 20-22 % dari total 70-an ribu pekerja asing di Indonesia.

Jadi bohong besar jika dikatakan akan ada 10 juta pekerja asing asal Tiongkok yang masuk Indonesia. Kemungkinan angka itu diolah dari target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Sebagai informasi, total target kunjungan wisatawan mancanegara adalah sebagai berikut:

Tahun 2016: 12 juta. Tahun 2017: 15 juta. Tahun 2018: 17 juta. Tahun 2019: 20 juta. Dari total target tersebut, target kunjungan wisman dr Greater China (China, Hongkong, Macau & Taiwan) sebesar sebagai berikut: Tahun 2016: 2,1 Juta. Tahun 2017: 2,5 Juta. Tahun 2018: 2,8 Juta. Tahun 2019: 3,3 Juta.

Jadi jelas bahwa angka 10 juta pekerja Tiongkok itu angka insinuasi atau angka provokasi karena dalam target kunjungan wisman dr Greater China pun tidak ada angka itu.

Berapa sebenarnya jumlah pekerja asing di Indonesia dari tahun ke tahun?

Seperti dijelaskan di atas, rerata nasional jumlah pekerja asing di Indonesia berada di kisaran 70 ribuan (dari semua negara) atau sekitar 0.027 persen jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 257 juta, atau sekitar 0.05 persen jika dibandingkan dengan angkatan kerja Indonesia tahun 2016 yang sebesar sekitar 128 juta.

Jika dibandingkan dengan tahun 2011, 2012 & 2013, jumlah pekerja asing pada tahun 2014, 2015 & 2016 cenderung menurun. Berikut ini data lengkap pekerja asing di Indonesia dari tahun 2011-2016:

Tahun 2011: 77.307. Tahun 2012: 72.427. Tahun 2013: 68.957. Tahun 2014: 68.762. Tahun 2015: 69.025. Tahun 2016: 43.816 (sampai dengan 30 Juni).

Lebih besar mana pekerja asing di Indonesia dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri?

Jelas jauh lebih besar jumlah TKI yang bekerja di luar negeri dibandingkan jumlah pekerja asing di Indonesia. Pekerja asing di Indonesia berjumlah sekitar 70 ribuan, sementara penduduk Indonesia sekitar 257 jutaan.

Bandingkan dengan: Penduduk Malaysia sekitar 31 juta, TKI-nya sekitar 2 juta. Penduduk Singapura sekitar 5.5 juta, TKI-nya sekitar 150 ribu. Penduduk Hongkong (China) sekitar 7 juta, TKI-nya sekitar 153 ribu. Penduduk Korea Selatan sekitar 51 juta, TKI-nya sekitar 58 ribu. Penduduk Taiwan sekitar 23 juta, TKI-nya sekitar 200 ribu. Penduduk Macau (China) sekitar 642 ribu, TKI-nya sekitar 16 ribu. Itu baru sebagian negara di Asia Pacifik saja, belum termasuk TKI kita di Timur Tengah. Eropa maupun Amerika.

Dari data di atas terlihat bahwa jumlah TKI di China (Hongkong & Macau saja: sekitar 169 ribu) adalah 10 kali lebih besar dari pekerja Tiongkok di Indonesia yang sekitar 14-16 ribu dalam periode satu tahun. Indonesia-lah yg sebenarnya menyerang China dari sisi tenaga kerja, bukan sebaliknya.

Benarkah pekerja asing boleh menjadi pekerja kasar di Indonesia?

Tidak benar! Pekerja asing hanya boleh menduduki jabatan-jabatan tertentu yang terbatas dan bersifat skilled, paling rendah adalah engineer atau teknisi. Pekerja kasar tidak boleh dan jika ada maka sudah pasti merupakan pelanggaran. Kalau ada pelanggaran ya ditindak, termasuk tindakan deportasi.

Benarkah Indonesia bebas sekali bagi pekerja asing?

Tidak benar. Pekerja asing yang akan bekerja di Indonesia dikendalikan melalui perizinan dan syarat-syarat masuk. Izin itu mencakup izin kerja dan izin tinggal. Semua izin harus didapat sebelum yang bersangkutan masuk ke Indonesia. Pengurusan izin tidak boleh dilakukan oleh individu, tetapi oleh perusahaan yg akan mempekerjakan pekerja asing.

Syarat-syarat masuknya juga cukup ketat, diantaranya adalah syarat kompetensi, syarat pendidikan sesuai jabatan, pengalaman kerja, syarat alih keahlian kepada tenaga kerja Indonesia, ditambah sejumlah syarat administratif lainnya. Perusahaan pengguna pekerja asing juga wajib membayar dana kompensasi penggunaan tenaga kerja asing sebesar USD 100 per orang/ bulan yang dananya langsung disetorkan ke kas negara melalui bank.

Ada laporan pekerja asing asal Tiongkok ditemukan bekerja kasar di daerah?

Jika ada pekerja asing bekerja kasar, dr manapun asalnya, sudah pasti itu kasus pelanggaran. Kasus ya kasus, ia harus ditangani melalui proses pemeriksaan dan penindakan hukum sesuai aturan, termasuk deportasi bagi pekerjanya.

Bagaimana jika menemukan pekerja asing yang bekerja kasar atau melanggar aturan?

Laporkan ke Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) setempat dan/atau tembuskan ke Kementerian Ketenagakerjaan cq. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan & K3. Laporan-laporan masyarakat terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pekerja asing pasti ditindaklanjuti dengan pengecekan, pemeriksaan & penindakan hukum sesuai ketentuan yg ada.

Pelanggaran apa saja yang bisa dilakukan oleh pekerja asing?

Secara umum ada dua pelanggaran yang bisa dilakukan pekerja asing. Satu, pelanggaran imigrasi, yakni apabila pekerja asing tidak memiliki izin tinggal atau izin tinggalnya kedaluwarsa (overstayer). Dalam hal ini, pemeriksaan dan penegakan hukum dilakukan oleh pengawas Imigrasi di bawah Kementerian Hukum & HAM.

Dua, pelanggaran ketenagakerjaan, yakni apabila pekerja asing bekerja di wilayah Indonesia tanpa mengantongi izin kerja atau memiliki izin kerja tetapi penggunaan izin kerjanya tidak sesuai dengan izin yang dimiliki. Misalnya: izin kerja seseorang adalah atas nama PT. A tetapi yang bersangkutan di lapangan bekerja unt PT. B. Ini pelanggaran izin kerja dan dalam kasus semacam ini pemeriksaan serta penegakan hukumnya dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan.

Sanksi bagi pelanggaran-pelanggaran tersebut diantaranya adalah deportasi bagi pekerja asing yang melanggar dan blacklist bagi perusahaan pengguna tenaga kerja asingnya.

Sebaiknya bagaimana melihat masalah pekerja asing di Indonesia?

Sederhana saja. Selama pekerja asing memiliki izin (baik izin tinggal maupun izin kerja) dan tidak melanggar aturan, maka tidak ada masalah. Tetapi jika pekerja asing tidak memiliki izin (baik izin tinggal maupun izin kerja), maka itu adalah pelanggaran. Dan setiap pelanggaran pasti dilakukan pemeriksaan dan penindakan hukum, baik asalnya dari laporan masyarakat maupun hasil pengawasan dari Pengawas Imigrasi maupun Pengawas Ketenagakerjaan.***

HUMAS KEMNAKER

Nona Puspitasari: Coba suruh menaker pulangin itu semua tki di LN. Kasih kerjaan di tanah airnya sendiri. Latih skill, upgrade atau apalah.
Nek iso baru aq percoyo postingane kemnaker
Novi Detianta: Aku kudet
Bakhtiar Isrori: Sori2, Rest n reks…maune gara2 ttg naker nang gresik ae… 🙂
Nona Puspitasari: Gpp ik..sekali2 biar melek dikit gt. Meski nggak mau repot mikir politik ya minimal bantu doa
: Denger2 umr gresik tahun depan minta jadi 4.5 jt

M. Chasan Basri: Gak paham ak yu.. Lek ng nggonku yo cmn jajaran top mngmnt sing japanese

Yunita Wahyuni: melihat investor pembangunan khususnya jalan n jembatan yg ada disktr aja uda ketir2.apalagi pekerjanya jg bakal direnggut. hhmmm

Anang Fahmi Syarif: Kalo menurut saya… menarik benang merahnya adalah :
Kembali ke diri kita masing-masing dalam mempersiapkan ke depannya

Jihan Nanin Yusnita: Anyway mksh smua tuk pncerahan e.. Jd tmbh wawasan
M. Arif Hidayat: *Menyikapi rencana “impor” 10 juta pekerja Asing (Cina)*

Masalah “impor 10 jt pekerja Cina” dari _sudut pandang_ saya yg juga “pekerja” bisa jadi sebagai upaya pemerintah dalam memberi “peringatan” thd “pekerja lokal” spt saya dlm hal _profesionalisme_ & _etos kerja_.

Seperti diketahui hasil “produk cina” yg banyak membanjiri Indonesia dgn harga sampai _”end user”_ sangat murah sekali, suatu contoh “korek api” yg dijual di bus-bus antar kota. Sempat berpikir, berapa beaya produksinya sampai di _end user_ begitu murah (bayangan saat itu 500 rupiah, thn 2007 an). Setelah bertemu dgn “orang HRD & SDM, jawabnya adalah perbedaan etos kerja orang kita dgn _mereka di sana_. Coba lihatlah pekerja kita, (misal, tukang bangunan) sedikit-sedikit “berhenti”, entah itu _nyumet rokok_ disambung _nyruput kopi_ & sekedar basa-basi ngobrol sesama pekerja.

Bisa dibayangkan “hasil kerja”nya ? Tentu jauh dari pekerja yg “jarang” berhenti alias _DISIPLIN_ . terutama di sisi _WAKTU_. Bukankah ada ungkapan dari para _pebisnis_ yaitu _”TIME IS MONEY”_ ???.

Belum lagi _tuntutan pekerja lokal_ yg tiap tahun menjadi agenda “kemacetan” (demo kenaikan UMR) hingga _kaum buruh_ menjadi sasaran “caci maki” para pengendara roda empat alias orang-orang kaya. Semakin membingungkan para pemilik modal untuk ber _investasi_…

Mungkin dg adanya rencana pemerintah tsb bisa menjadi _stimulan_ bagi para _pekerja lokal_ spt saya untuk bekerja _LEBIH BAIK_ dan dalam berkarya untuk kemanfaatan semua.
Aamiin…

Al’afwu minkum
Zakiyatul Faizah: Betul mas syech, memang salah satu 7annya adlh utk memacu tenaga lokal utk bersaing. Tp mjd tugas negara utk menyeimbangkan pertarungan. Klo semua d lepaskan mengikuti mekanisme pasar. Apa fungsi negara?

Dwi Warastuti Adji: Saya Bantu doa saja yg terbaik u semua apapun kondisi Dan solusinya

Dwi Warastuti Adji: Iyaa Izz…pd akhirnya Doa adalah upaya terbaik disamping usaha Dan upaya sebaik mungkin sesuai bidang Dan kodrat kita masing2
Asami Rietta Kumala: Abot’e rek diskusine…

Zakiyatul Faizah: Memang klo baca kondisi ngr saat ini rasanya sdh d ambang kehancuran. Hopeless. Tp kita hrs semangat. Ini negara dan bangsa kita, kita dan anak cucu kita adlh pewaris sah negara ini. Siapkan perbekalan terbaik
Zakiyatul Faizah: Doa adalah senjata kita, mrk boleh membuat makar. Tp Alloh lah sebaik-baik pembuat makar

Lilla Imang Puspitasari: Saya menyimak saja wiss..
: Concur bu faiz….

Dwi Warastuti Adji: semua Sudah punya ladang nafkah sendiri2 …tinggal bgmn menjalankan amanah yg ada sebaik2nya di kerja atau keluarga…diiringi doa semoga hasil terbaik yg didapat dunia akhirat…Aamiin YRA
Muhlisul Fuad: Klo bener umr thn dpn segitu pasti banyak perusahaan yg relokasi.
Bisa2 angka pengangguran d gresik meningkat drastik.
Klo mau naik hrs fair dan diimbangi kinerja, skill dan produktifitas.
Inilah yang menyebabkan indonesia tdk kompetitif dg vietnam maupun thailand, sehingga banyak perusahaan yg pergi dr indonesia.
Regulasi pemerintah terkait umr jg tdk jelas…gmn indonesia bs maju…ngimpi kali ya
Muhlisul Fuad: Tumben rek…temae serius tp sekali2 jg hrs ada biar bs sharing ide

#Diambil dari Arsip Chat Grup Whatsapp GASSCC tertanggal 17 Juli 2016
#Bila berkeberatan tulisannya dimuat di website ini, silahkan hub tim redaksi Gasscc.id karena ini hanyalah sebagai wujud pengarsipan agar tulisan di grup tidak menguap begitu saja, terima kasih