Belajar…. Belajar dan Belajar!

gasscc study tour95 12 300x200 » Belajar.... Belajar dan Belajar!Sesekali menengok ke belakang, bernostalgia tentang masa lalu. Masa lalu adalah bagian dari kehidupan. Manis pahit merupakan anugerah agar hidup ini “berasa”. Bukti “kewelasan” Tuhan kepada hambanya agar bisa dari pengalaman. Bukankah pengalaman adalah guru terbaik bagi kita?. .. dan .

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yg bodoh. Tidak ada manusia yg pintar. Yang ada hanyalah manusia yg mau belajar dari contoh-contoh yg telah dianugerahkan olehNya. Memang para akademisi, praktisi terutama yg berkecimpung di dunia psikologi mengatakan otak/pikiran manusia ada yg cerdas, kurang cerdas & tidak cerdas hingga ada istilah IQ, EQ dan teman2nya, namun sesungguhnya Tuhan memberi anugerah akal pikiran kepada manusia sesuai dgn kebutuhannya. Kecerdasan bisa diasah, dilatih tentu dgn contoh-contoh dari metode2 yg telah berhasil dibuat oleh yg berpengalaman.

Teringat cerita Qobil & Habil dalam sejarah “pembunuhan pertama oleh manusia di muka bumi”. Qobil bingung dgn mayat si Habil mau diapakan? Dan Tuhan Yang Maha Welas Asih mengirim 2 burung gagak yg bertarung dimana gagak yg menang memberi contoh cara mengubur gagak yg kalah & mati, hingga si Qobil mencontohnya. Begitu besar belas kasihNya bahkan terhadap seorang pembunuh pun Tuhan masih memberinya “pertolongan”.

Bukan bermaksud meremehkan/tidak menghargai kaum cerdik pandai nan terpelajar di dunia ini. Namun mereka bisa berhasil menjadi “kaum tersebut” karena kerja keras mereka dalam belajar & memahami contoh-contoh di muka bumi ini.

Mungkin satu-satunya ilmu pengetahuan yg “tak perlu” belajar bagi manusia adalah “ilmu cara bereproduksi”. Tak perlu contoh untuk dilihat karena sudah terbukti (maaf) pasangan tuna netra pun bisa berhasil mendapatkan keturunan. Maka ada yg bilang bahwa hal itu merupakan “ilmu laduni” (ilmu yg diperoleh langsung dariNya tanpa proses belajar). Sungguh Tuhan Yang Maha Kuasa sangat sayang terhadap manusia. Era modern seperti sekarang ada yg berbicara dan usul mengenai pentingnya “pendidikan s*x usia dini”, sebagai usaha untuk meminimalisir efek “pergaulan bebas” yg melanda, dan hal itu bermuara pada “pendidikan akhlaq” bukan pada “cara melakukan s*x” yg perlu diterangkan & dijelaskan. Akan lebih tepat sasaran jika “pendidikan akhlaq usia dini” yg perlu diterapkan. Karena jelas sudah cara melakukan s*x adalah “ilmu laduni” yg dikaruniakan Tuhan kepada semua hambanya.

Masihkah manusia berani sombong dgn “kepintaran”, “kepandaian” dan segala pernak-perniknya?, merasa lebih unggul dari manusia lain yg dianggap bodoh hanya karena “belum sempat” mencontoh & memahami ilmu/pengetahuan yg ada di depan matanya. Maka tak salah jika seorang ulama’ panutan dawuh “Hidup, mulai lahir hingga mati adalah kuliah tanpa bangku…!” Dan orang  berilmu mendapat derajat yg tinggi di hadapanNya, karena merasa tahu diri, tanpa belas kasih sayangNya niscaya tak berdaya & tak bisa berbuat apa-apa.

Al’afwu minkum.

#Ditulis oleh aka Syeh